Tahun 2019 : The Year of A New Birth

Tahun Kelahiran yang Baru

Yehezkiel 36:26–27

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Kelahiran yang baru adalah dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Apa yg dilahirkan baru ?

  1. Kelahiran Pantakosta yang Baru (Pentakosta yang Ketiga)
    Pentakosta Ketiga! Masa penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua!
  2. KELAHIRAN GENERASI YEREMIA
    Generasi Yeremia adalah generasi yang tidak berkompromi terhadap dosa. Mereka akan bicara apa yang Tuhan suruh bicara.

SEKRETARIAT

Jl. Raya Langsep No 30 Malang

Phone

(0341) 327000 / 0813.8226.8000

EMail

gbi_suropati14 @yahoo.com

Facebook

gbisuropati

Whatsapp

0813.8226.8000

Line

ID : gbisuropati

Instagram

gbimalang

Twitter

gbisuropati

rendah_hati_gbisuropatimalang.jpg

Bacaan :
Mazmur 149 : 4
[4] Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, 
Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

Kerendahan Hati adalah panggilan bagi setiap orang percaya. 
Tuhan suka dengan pribadi yang rendah hati, yang bisa dibentuk. 
Tuhan mau kita menjadi pribadi yang RENDAH HATI.

Dan Tuhan membenci orang sombong, karena kesombongan dapat menggagalkan rencana Tuhan yang luar biasa pada setiap kita.

Tuhan Yesus selalu punya rencana yang luar biasa bagi setiap kita. 
Rencana Tuhan INDAH bagi kita, tetapi bisa gagal oleh karena ke sombongan kita.

Orang yang sombong seringkali akan berontak pada proses. Tidak kuat dengan proses. 
Contohnya saat di koreksi berontak dengan merasa dirinya tidak pernah salah atau memandang orang lain lebih rendah dari dirinya. ( biasanya merespon kritikan dengan komentar "siapa dia kok menilai saya seperti itu ?" )

Padahal lewat proses, hati kita dilenturkan dan pikiran keras kita juga dilenturkan.

Dalam firman Nya :
Mazmur 149 : 4
[4] Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, 
Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

Saudara, kita semua pasti maunya dalam hidup selalu selamat / beruntung. 
Oleh karena itu kita harus belajar menjadi ORANG YANG RENDAH HATI.

Sebab perlu saudara ketahui, bagi orang yang sombong / orang yang tinggi hati akan kena hukuman.

Amsal 16 : 5
[5] Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan; 
sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.

CIRI-CIRI ORANG RENDAH HATI adalah :
1. MAU MENGAKUI KESALAHAN. 
1 Yohanes 1 : 9
[9] Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Orang yang sombong selalu mencari kambing hitam untuk disalahkan. Tidak mau menyadari dan mengakui kesalahan yang dilakukan dirinya.

Orang yang rendah hati tidak merasa benar sendiri. Mau interopeksi / koreksi diri ketika ditegur orang lain. 
Bahkan cenderung mau mengalah ketika ada perselisihan yang tak kunjung berakhir.

2. ORANG YANG MAU BELAJAR DAN DIAJAR. 
Mazmur 25 : 9
[9] Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, 
dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Contohnya dalam kehidupan bermasyarakat juga ada aturan hukum etika.

Kita kalau mau rendah hati, harus juga mau belajar dan diajar berEtika dalam hubungan bermasyarakat. Belajar menghargai orang dan belajar menyapa orang lain lebih dulu.

⚠️⚠️⚠️
SALAH SATU KUNCI AGAR HIDUP KITA MAJU adalah MAU DIAJAR DAN MEMPERBAIKI KESALAHAN. 
MAU MEMBENAHI DIRI LEBIH BAIK DARI HARI KE HARI.

Tuhan siap mengajar anak-anak NYA, dan Tuhan mau kita siap mengkoreksi diri. 
Tuhan mau memimpin kita menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Saudara...JANGAN HANYA MAU TUHAN YANG MENGENAL KITA. TETAPI KITA JUGA HARUS MAU DIDIK DAN DITUNTUN TUHAN LEWAT FIRMAN NYA.

Kalau hati kita keras dan tidak mau didik, firman Tuhan juga tidak akan tertanam di hati kita.

3. ORANG YANG TIDAK SOMBONG DAN TIDAK MENILAI DIRINYA LEBIH DARI ORANG LAIN. 
Yakobus 4 : 6
[6] Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: 
“Allah menentang orang yang congkak, 
tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

2 Samuel 16 : 5-6
[5] Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk.
[6] Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya.

Daud adalah Raja. Tetapi Daud tetap berespon mengkoreksi diri ketika di kritik.

Contoh SIKAP HATI RENDAH HATI adalah YANG MAU MENERIMA KOREKSI ORANG.

Yosua 3 : 7
[7] Dan Tuhan berfirman kepada Yosua: “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau.

Yosua juga diangkat Tuhan karena Yosua juga pribadi yang rendah hati.

Saudara harus ingat, janganlah berubah setia kepada Tuhan ketika saudara makin diberkati Tuhan. Karena Tuhan tidak suka dengan orang sombong.

Contoh : 
Dulu masih pegawai ada waktu beribadah doa malam / menara doa subuh / ibadah menara doa puasa / ibadah raya minggu. Ketika sudah naik jabatan, beralasan makin banyak kerjaan sudah terlalu capek, dan tidak ada waktu luang lagi beribadah.

Dulu ketika masih menjadi pegawai biasa, masih rajin beribadah. Namun ketika jabatan karier semakin naik, makin berkurang waktu beribadah. Bahkan ada juga yang makin sukses makin sibuk kerja tidak punya waktu lagi untuk Tuhan.

Ketika di ingatkan untuk beribadah, merespon dengan sepanjang weekend berubah menjadi waktunya untuk liburan keluarga atau perjalanan bisnis ke luar negri / keluar kota.

BANYAK ORANG YANG SUDAH MAKIN DIBERKATI SUKSES, TIDAK LAGI MERASA PENTING MEMBERI WAKTU UNTUK SEJENAK BERIBADAH KE RUMAH TUHAN.

Orang yang lupa diri pasti berubah menjadi orang sombong.

4. ORANG YANG TIDAK MEMENTINGKAN KEPENTINGAN DIRI SENDIRI.
Tuhan Yesus banyak mengadakan mujizat, tetapi tidak meninggikan diri. 
Tuhan Yesus pun juga mau melepaskan haknya untuk menjadi sama dengan manusia biasa seperti kita, bahkan di olok-olok di caci maki.

Filipi 2:3-4
[3] dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
[4] dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Orang sombong tidak memikirkan kepentingan orang lain. Yang penting dirinya sendiri merasa senang dan untung.

2 Samuel 15 : 14-15
[14] Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem: “Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, sebab jangan-jangan kita tidak akan luput dari pada Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia jangan dapat lekas menyusul kita, dan mendatangkan celaka atas kita dan memukul kota ini dengan mata pedang!”
[15] Para pegawai raja berkata kepada raja: “Terserah kepada tuanku raja! Hamba-hambamu ini siap!”

Contoh kisah Daud sebagai Raja tidak lekas panas hati ketika mengetahui hati rakyat nya sudah mulai condong ke Absalom. Bahkan Daud berpikir untuk melepaskan hak / tahta nya demi memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Mengalah untuk pergi supaya rakyatnya selamat.

Saudara....
TUHAN MAU KITA MENJADI ANAK YANG RENDAH HATI. 
Karena.... 
TUHAN MAU MENGERJAKAN BANYAK PERKARA MUJIZAT / RANCANGAN NYA YANG BESAR BAGI ANAK NYA YANG RENDAH HATI.

♥️♥️♥️♥️♥️♥️🛐♥️♥️♥️♥️♥️♥️ 
RENDAH HATI ADALAH SARANA TUHAN MENGGENAPI RANCANGAN NYA YANG BESAR BAGI SETIAP KITA.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

---+ Tuhan Yesus Memberkati +---
SELAMAT BERIBADAH
DAN
SELAMAT MELAYANI TUHAN


BCA 011.322.6363

Rek. Persepuluhan
An. David TW / Afen Hardiyanto

BCA 440.403.9000

Rek. DIAKONIA
An. Afen Hardiyanto / Melinda E.

BCA 440.525.7000

Rek. Pembangunan
An. Afen Hardiyanto / Melinda E.

BCA 440.872.0000

Rek. NATAL
An. Afen Hardiyanto / Melinda E.